Ya Rab.... Hamba meminta binatang mungil nan lucu, tapi Engkau memberiku Ulat berbulu... aku sempat putus asa kala itu.
Namun suatu hari Aku tercengang saat ulat itu mengerucut dan tiba-tiba saja binatang itu berubah menjadi kupu- kupu cantik nan anggun...
Aku sadar,, ternyata itu akan indah pada waktunya...
Persis saat aku
Mengingin kan gadget Experia sedang yang aku punya SE W810i...
Hmmm.... Sabar sabar...
saat menunggu Experia itu datang HPku keok dan berkedip- kedip, tanpa mikir panjang ku Bawa aja ke Conter mas Ic*ng sebelah rumah ane, itung- itung biar murah. bla bla.. 80 rebu ludes,, ah kecil... maklum abis gajian,,
...2 bulan kemudian erot nya kambuh waktu ane coba kawinin sama kompi via USB.
dari sini aku mulai di paksa mikir serius oleh dompet yang kering dan rokok yang udah ganti warna kulit...
hadeuwh... sambil mikir uang 80 rebu, kenapa gak 5 rebu aja..??!
Berawal iseng ane dunlut- dunlutan di warnet, ane dapet FS dan MAIN nya..
capek ane langsung bayar ke OP 5 rebu langsung ngalup, tidur..
paginya ane coba nyalain kompi (mode on durong RAOP)
ane coba full flash bermodal FS dan MAIN hasil dunlutan di warnet semalam,, hasilnya, Tara... ajaib hapeku sembuh...
gak jadi deh 80 rebu,, wkwkwkwk..
nih sedikit istilah- istilah yang ada dan sempat aku temukan saat proses Flash, Buat Yang Belum Ngerti moga
berguna,
Dan Buat para suhu dan yang
udah paham mohon di koreksi
kalau salah ..
1.Firmware : Software /
perangkat lunak yang dibuat oleh
vendor
(perusahaan pembuat ponsel)
untuk mengoperasikan fitur-
fitur ponsel,
yang terdiri dari beberapa bagian
yang lebih kecil.
2. Flashing : Proses memasukkan
firmware ke ponsel.
3. Patching : Proses memodifikasi
sebagian dari firmware dengan
mengganti
byte-byte data yang sudah ada
dengan nilai yang baru, dengan
tujuan
memanipulasi sistem ponsel
untuk mendapatkan hasil yang
diinginkan.
Misal: fitur baru, menon-aktifkan
suatu fitur yang dianggap
mengganggu,
dan lain sebagainya.
4. FS (File System) : Bagian dari
firmware yang berfungsi
untuk menyimpan file-file
settingan / konfigurasi agar
ponsel dapat
digunakan sebagaimana
mestinya, yang sekaligus
berfungsi
sebagai tempat internal
memory / phone memory ponsel.
5. MAIN / FLASH : Bagian utama
firmware yang berfungsi sebagai
Operating System (OS) ponsel
yang mengoperasikan fungsi-
fungsi ponsel
itu sendiri.
6. Backup : Membuat salinan /
copy-an dari data-data / file-file
penting,
sebelum melakukan modifikasi
terhadap ponsel, agar jika
hasilnya tidak
sesuai keinginan / tidak
memuaskan, maka file-file yang
sudah
dibackup tadi dapat
dikembalikan / di-restore lagi ke
ponsel.
7. Restore : Mengembalikan file-
file / data-data yang sudah
di-backup dengan tujuan
mengembalikan keadaan seperti
sebelumnya.
8. Upload : Mengcopy file dari
komputer ke FS (File System)
ponsel.
9. Download : Mengcopy file dari
FS (File System) ponsel ke
komputer
untuk dimodifikasi atau di-
backup.
10. Finalize / Finalizing : Tahap
terakhir dalam proses full
flashing,
yaitu proses mengcopy file-file
konfigurasi / settingan ponsel
yang paling
utama,
beserta file-file sertifikat Java
ke FS (File System) ponsel, agar
ponsel
dapat
digunakan kembali setelah
mengalami full flashing.
11. Full flashing : Proses flashing
yang dilakukan pada bagian MAIN
dan FS
ponsel.
12. Partial flashing : Proses
flashing yang dilakukan hanya
pada bagian
MAIN saja, atau hanya pada
bagian FS saja.
13. Cross flash : Flashing suatu
tipe ponsel dengan menggunakan
firmware tipe ponsel lain yang
memiliki spesifikasi sama dengan
ponsel
tersebut.
Misal : Cross flash K750i dengan
firmware W800i.
14. Update firmware : Proses
meng-update firmware ponsel
dengan
firmware yang versinya lebih
baru / aktual,
dengan tujuan menghilangkan
bugs-bugs pada versi firmware
sebelumnya.
15. Bugs : Masalah-masalah yang
tidak seharusnya terjadi, yang
dikarenakan
oleh kesalahan firmware ponsel.
Sehingga semua ponsel dengan
tipe
yang sama
yang menggunakan versi
firmware yang sama, akan
mengalami masalah
yang sama.
Misal: baterai yang tidak dapat di-
charge sampai 100% penuh.
16. Customize / Customizing :
Modding yang dilakukan pada FS
(File
System)
ponsel dengan tujuan
mengkostumisasi tampilan
ponsel. Biasanya
dilakukan
untuk mengganti tampilan icon-
icon menu ponsel yang standar
dengan
tampilan baru yang lebih menarik.
17. db20xx : Jenis chipset yang
digunakan pada ponsel.
18. db2000 (disebut juga marita
full) : Z1010, V800, Z800, W900
19. db2010 (disebut juga marita
compact) : J300, K300, K310,
K500, K510,
K600, K608, K700, S700, K750,
W550, W800, W810
20. db2020 : K800, K610, V630,
K790, W850
21. db2012 : K320
22. db2000 + PDA Part : M600,
M608, W950, W958, P990
23. CID : Nomor CID menentukan
jenis proteksi ponsel yang
digunakan oleh
Sony Ericsson.
CID baru terus dikembangkan
dari waktu ke waktu, dengan
tujuan untuk
mencegah ponsel-ponsel SE di-
unlock, di-flash, atau di-utak-atik
dengan
program-program selain
program service resmi SE. CID
yang ada
sekarang ini adalah : 16, 29, 36,
49, 51, 52.
24. COLOR BLUE / BROWN / RED :
Warna-warna ini menentukan
jenis ponsel.
25. BLUE : ponsel diproduksi di
pabrik dan tidak pernah
diprogram dengan
software / GDFS / IMEI
26. BROWN : ponsel yang
digunakan untuk tujuan
pengembangan / testing.
Bisa dianggap sebagai
prototype / beta.
27. RED : ponsel yang beredar
bebas di pasaran.
28. OTP : One Time Programming
Memory, yaitu suatu bagian di
memory
yang dapat diprogram secara
permanen (sekali diprogram
tidak dapat diubah / dimodifikasi
lagi).
29. GDFS : Global Data File System,
yaitu non volatile area yang
menyimpan
parameter-parameter,
settingan-settingan dan kalibrasi
data (termasuk simlock)
30. CDA : Nomor CDA menentukan
varian firmware mana yang
harus
seharusnya
digunakan untuk ponsel tersebut.
Nomor CDA ini yang menentukan
language pack,
branding, bandlock yang mana
yang akan diflashkan ke dalam
ponsel
oleh
SEUS
(Sony Ericsson Update Service).
Contoh: sebuah K750i Generic di
Scandinavia
menggunakan CDA102337/12,
sedangkan K750i yang branded
(hanya
bisa menggunakan provider
Telenor)
menggunakan CDA102338/62.
Keduanya akan diflash dengan
paket
bahasa yang sama, akan tetapi
yang terakhir
hanya bisa menggunakan sim
card dari provider Telenor saja
(branded).
31. SEUS : Sony Ericsson Update
Service. Program resmi buatan
Sony
Ericsson
untuk para pengguna HP Sony
Ericsson yang ingin mengupdate
firmware
nya
sendiri via internet tanpa harus
membawa ke SESC.
32. SESC : Sony Ericsson Service
Center. Gerai service resmi Sony
Ericsson.[/color][/size]